ORANG BUNIAN (MANUSIA SETENGAH SILUMAN)

rang bunian adalah sejenis makhluk halus yang dikenal di wilayah Minangkabau, Sumatera Barat. Bentuknya menyerupai manusia, tinggal di tempat-tempat sepi, di rumah-rumah kosong yang telah ditinggal penghuninya.

Istilah ini dikenal di wilayah Istilah orang bunian juga terkadang dikaitkan dengan istilah dewa di Minangkabau, pengertian dewa dalam hal ini sedikit berbeda dengan pengertian dewa dalam agama-agama Hindu maupun Buddha. Dewa dalam istilah Minangkabau berarti sebangsa makhluk halus yang tinggal di hutan atau di rimba, di pinggir bukit, di dekat pekuburan. Biasanya bila hari menjelang maghrib di pinggir bukit akan tercium sebuah aroma yang biasa dikenal dengan nama masakan dewa atau samba dewa. aromanya mirip bau kentang goreng. Hal ini boleh ditanyakan langsung kepada masyarakat Minangkabau. Satu hal lagi, dewa lebih dikonotasikan bergender perempuan, yang cantik rupawan, bukan laki-laki seperti persepsi yang umum di agama lain. Selain itu, masyarakat juga meyakini bahwa ada peristiwa orang hilang disembunyikan dewa; ada juga istilah orang dipelihara dewa, yang semenjak bayi sudah dilarikan oleh dewa. cerita ini masih masyhur sampai sekarang.orng

Adapun yang diakui sebagai orang bunian itu ialah orang yang menjadidukun juga. Seolah-olah dukun itu sahabatkarib orang bunian tersebut.Bilamana dukun itu memerlukannya, maka dipanggillah orang bunian
tersebut dengan syaratnya. Tak lama kemudian datanglah hantu orang
bunian itu memenuhi panggilan sang dukun.
Andaikata di kampung itu ada seseorang menderita sakit berkepanjangan,
maka pergilah ia ke dukun itu meminta obat. Sudah barang tentu seperti
biasanya semua persyaratan yang diminta sang dukun dipenuhi pula.
Tatkala sampai di rumah dukun, si sakit memberi salam dan berkata:
“Oo engku, maksud hamba datang kemari ialah hendak meminta obat. Hamba ingin tahu penyakit yang hamba derita. Kalau tasapo (ditegur setan atau arwah), di mana terjadinya dan apa pula obatnya. Tolonglah hamba ini, engku..!”
“Baiklah, akan kita coba melihatnya. Tetapi bersabarlah agak tiga hari
ini, boleh kita siapkan kelambu untuk tempat berunding dengan beliau
niniak kita” kata sang dukun pula.
Seperti yang telah dijanjikan, tiga hari kemudian datang pula si sakit
dan dilihatnya kelambu telah terpasang di rumah dukun tersebut.
Sesaat kemudian masuklah sang dukun ke dalam kelambu itu sambil berpesan kepada yang hadir dalam bilik:
“Hai, nanti kalau kalian melihat apa-apa, jangan kalian sapa dan jangan
siasati. Diam-diam sajalah, tak lama lagi beliau akan datang!”
Maka sekalian orang di situ bapakak samiang-lah
(berpekak saja) tanpa menoleh ke kiri maupun ke kanan. Benar saja tak
lama kemudian terdengarlah suara dukun itu berbisik-bisik. Berarti sang
niniak orang bunian itu telah berada pula dalam kelambu itu. Hanya
suara bisikan dukun itu saja yang terdengar. Konon dukun itu sajalah
yang dapat berkomunikasi dengan hantu sang bunian tersebut

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: